Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Program Hamil

Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Program Hamil

Program hamil menjadi salah satu upaya bagi pasangan suami istri untuk segera mendapatkan momongan. Tanda kehamilan setelah berhubungan menjadi hal yang ditunggu-tunggu sebagai tanda keberhasilan program hamil yang sedang dijalankan. Hanya saja, ada beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan saat promil ini.

  1. Terlalu Jarang atau Terlalu Sering Berhubungan

Terlalu jarang berhubungan intim tentunya menurunkan peluang terjadinya pembuahan sel telur. Meskipun demikian, terlalu sering melakukan hubungan intim ternyata juga tidak baik. Umumnya, semakin sering berhubungan intim justru akan menimbulkan masalah baru, seperti tidak tertarik lagi atau kebosanan.

Selain itu, terlalu sering berhubungan intim juga dapat menyebabkan Anda merasa stres dan khawatir akan keberhasilan promil yang sedang dilakukan. Stres dan kondisi tidak nyaman inilah yang justru berpeluang menggagalkan program hamil Anda.

  1. Menganggap Wanita sebagai Penyebab Utama Kegagalan

Pasangan yang mengalami kesulitan hamil biasanya akan menyalahkan pihak wanita sebagai penyebab utamanya, entah itu karena postur tubuh, kesuburan dan kondisi lainnya. Anggapan seperti inilah yang menyebabkan pasangan enggan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena sudah terlanjur judgement.

Tidak semua masalah ini disebabkan oleh pihak wanita karena pihak pria juga bisa mengalami ketidaksuburan atau kualitas sperma yang tidak baik sehingga sulit untuk melakukan pembuahan. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman antara keduanya dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya.

  1. Penggunaan Lubrikasi saat Berhubungan Intim

Untuk menghindari rasa sakit, beberapa pasangan biasanya menggunakan cairan pelumas atau lubrikan agar nantinya sel-sel sperma juga bisa meluncur tanpa hambatan. Tapi, tahukah Anda bahwa cara ini justru dapat merusak kualitas dari sperma yang bisa menggagalkan program kehamilan yang sedang Anda jalankan.

Selain jeli dalam memeriksa kandungan lubrikasi, sebaiknya Anda menggunakan lubrikasi jika memang benar-benar dibutuhkan. Apabila memang dibutuhkan, Anda bisa memilih lubrikasi berbahan dasar air yang lebih aman untuk kualitas sperma sehingga pembuahan bisa terjadi dan program hamil bisa berhasil.

  1. Melewatkan Waktu Ovulasi atau Masa Subur

Kegagalan dalam program hamil bisa disebabkan karena pasangan kurang memperhatikan waktu ovulasi. Tanpa pengetahuan waktu ovulasi sang istri, hubungan intim memiliki peluang keberhasilan yang lebih kecil. Oleh karena itu, penting bagi istri untuk mengetahui waktu ovulasi sehingga bisa memanfaatkan waktu subur.

Pemeriksaan waktu ovulasi harus dilakukan paling tidak 3 bulan sebelum Anda melakukan program hamil. Catat periode haid setiap bulan dan suhu tubuh basal sehingga didapatkan waktu yang tepat untuk berhubungan intim. Meskipun demikian, tidak ada salahnya juga melakukan hubungan di luar masa subur.

Demikian beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pasangan suami istri yang dapat menggagalkan program hamil yang sedang dijalankan. Anda bisa mendapatkan informasi bermanfaat dan menarik lainnya dengan mengunjungi Orami Magazine di orami.co.id.