Mengenal Secara Dekat Penyakit Hipertensi

Mengenal Secara Dekat Penyakit Hipertensi

sumber gambar: hellosehat.com

Dikutip dari laman alodokter.com, hipertensi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah mencapai nilai 130/80 mmHg atau bahkan lebih. Apakah ini berbahaya? Tentu iya sebab dalam hal ini jantung memaksakan diri memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh. Alhasil akan timbul penyakit lain seperti stroke, gagal jantung, atau bahkan gagal ginjal. Meskipun penyakit ini berbahaya, ternyata cukup umum dialami oleh warga Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar dari Kemenkes RI yang dipublikasi pada tahun 2013 menyebutkan bahwa sebesar 25,8% dari penduduk Indonesia mempunyai tekanan darah tinggi. Berdasarkan pernyataan dari perkumpulan dokter jantung di Amerika Serikat, AHA yang diterbitkan pada tahun 2017 menyebutkan bahwa tekanan darah diklasifikasikan menjadi empat bagian, diantaranya sebagai berikut.

  • Hipertensi tingkat 1 à sekitar 130/80 mmHg hingga 139/89 mmHg.
  • Hipertensi tingkat 2 à sekitar 140/90 mmHg atau lebih tinggi.
  • Tekanan darah normal à berkisar di bawah 120/80 mmHg.
  • Tekanan darah meningkat à diantara 120 – 129 untuk besaran tekanan sistolik dan kurang dari 80 mmHg untuk tekanna diastolik.

Sebenarnya apa yang menjadi penyebab terjangkitnya hipertensi? Tidak ada yang tahu persis akan penyebabnya. Namun ada beberapa hal yang dapat memicu hipertensi adalah di bawah ini.

  1. Kecanduan alkohol.
  2. Penyalahgunaan NAPZA.
  3. Kehamilan
  4. Obesitas
  5. Gangguan pernapasan ketika tidur.
  6. Gangguan pada organ ginjal.
  7. Terlalu banyak mengonsumsi garam atau makanan asing. Garam akan membuat tekanan darah menjadi tinggi.
  8. Kebiasaan merokok. Survei menyatakan bahwa ketika seseorang merokok akan mudah mengalami peningkatan tekanan darah dan sistolik sebesar 4 mmHg. Selain itu, tekanan darah tingggi juga akan bertambah apabila anda mengonsumsi zat nikotin pada rokok
  9. Pola makan dan gaya hidup yang buruk.
  10. Efek samping dari perawatan penyakit jantung dan obat gagal ginjal
  11. Keturunan
  12. Seorang lansia atau lanjut usia.
  13. Wanita yang mengonsumsi pil KB.

Jika seseorang menderita penyakit ini akan mengalami beberapa gejala. Walaupun tidak semua orang memiliki gejala yang sama, setidaknya ada beberapa tanda-tanda yang dapat diperhatikan. Diantara pertanda hipertensi adalah merasakan mual, sakit kepala atau pusing, susah bernapas, dada merasa nyeri, penglihatan mulai buram, kadang telinga berdengung, suka bingung, mudah lelah, detak jantung tidak teratur, bahkan hingga ada darah dalam urin.

Pengobatan bagi penderita hipertensi adalah hal yang wajib dilakukan. Sebab jika dibiarkan akan mengalami komplikasi serius, seperti timbul penyakit gagal ginjal, jantung koroner, diabetes, kebutaan, aneurisma, dan aterosklerosis. Mengutip dari hellosehat.com, tercatat bahwa jantung koroner (45%) dan stroke (51%) menjadi penyebab kematian akibat komplikasi hipertensi tertinggi di Negara Indonesia. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk penyembuhan hipertensi seperti yang dijabarkan di bawah ini.

  1. Berolahraga Secara Rutin
  2. Menjaga Berat Badan Agar Tetap Ideal
  3. Tidak Merokok
  4. Mengonsumsi Makanan Sehat

Namun ada beberapa penderita yang harus mengonsumsi obat seumur hidupnya sebab penyakit yang dialaminya sudah parah. Obat hipertensi yang biasa diresepkan oleh dokter bereferensi dari doktersehat.com, antara lain obat diuretik, omega-3 suplemen minyak ikan, angiotensin II receptor blockers (ARB), central-acting agents, ACE inhibitor, Vasodilator, Alfa-blocker, Beta-blocker, kalsium channel blocker, dan jenis obat lainnya. Oleh sebab itu, kita perlu hati-hati dalam menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pencegahan sejak awal. Terlebih bagi anda yang mempunyai faktor resiko hipertensi agar tidak semakin parah. Akan lebih baik jika penderita sering berkonsultasi kepada dokter ahli demi kesembuhannya. Terutama ketika penderita mengalami pusing, mimisan, dan tekanan darah lebih tinggi daripada sebelumnya.